Bebas Biaya Raskin, Cara Bupati TTU Memotivasi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur.

0
51

Robi Sikone,SP Kabid keamanan Pangan, Dinas Pangan Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU)

MahensaMahensa Express.Com-Kalabahi. Kabid Keamanan Pangan, Dinas Pangan Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU) Robi Sikone,SP kepada Mahensa Express.Com di Arena Pameran Hari Pangan Sedunia Tingkat Provinsi NTT di Stadion Mini Kalabahi pada Selasa (11/07) mengatakan, Pangan lokal yang paling  menonjol di Kabupaten TTU adalah ubi-ubian dan kacang- kacangan. Lanjutnya, Jenis ubi- ubian yang menjadi keunggulan kami adalah, ubi jalar putih,ubi jalar merah,ubi jalar ungu,ubi  hutan disamping jagung,kentang, keladi,bengkoang. Kacang nasi,kacang merah,kacang turis, ubi lebih banyak. Pada Tahun 2016 Kabupaten TTU mengalami gagal tanam dan gagal panen sementara untuk Tahun 2017 kondisi pangan stabil.

Untuk mengantisipasi gagal panen pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menanam kacang-kacangan. Stok bibit baik kacang maupun ubi-ubian dari persediaan masyarakat dan bibit bantuan pemerintah daerah.

Dijelaskan program Padat Karya Panen pemerintah Kabupaten TTU yang juga program unggulan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes lebih banyak diarahkan untuk membuka lahan tidur masyarakat. Setiap tahun masyarakat petani khususnya Kmendni diwajibkan membuka 25 are lahan Pertanian. Konpensasi untuk masyarakat adalah mereka dibebaskan dari biaya raskin.

Dikatakan ada juga program Sari Tani yaitu program pemerintah yang diarahkan ke peternakan sapi dan ternak  babi.Pasar untuk ternak setelah layak jual diupayakan oleh pemerintah daerah. Untuk cari. Kawasan rumah pangan lestari, ini merupakan program unggul kementerian Pertanian, di desa Taekas dan desa Insana barat, untuk Kabupaten TTU mendapatkan bantuan KRPL 150 juta dari Kementerian Pertanian.

Untuk HPS Tahun 2017 kami lebih banyak menampilkan sepesipik pangan lokal. Kegiatan HPS Tahun 2017 Di Alor saat ini menurut kami sangat baik hal ini dikarenakan  kesiapan panitia cukup baik. Menurut Kabid Sikone Kabupaten TTU juga berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, tetapi perkembangannya agak lambat karena hanya berbatasan dengan jalur darat, sementara untuk Kabupaten Alor berbatasan jalur laut dan dan bisa juga melalui jalur udara sehingga akan lebih cepat mendorong percepatan proses pembangunannya ke arah yang lebih maju,”Ujarnya.(efakolly)

 

 

Facebook Comments