CERPEN YANTHI PLAIMO : BAGI AYAHKU WAKTU ADALAH UANG

0
128

Yanthi Plaimo: Guru SD Negeri Moru 2

Malam itu didepan pintu pagar sebuah rumah yang sangat mewah berdirilah seorang anak perempuan yang berumur sembilan tahun namanya Lisa. Sambil mondar mandir tak tahu arah, sambil sesekali melihat ke arah jalan raya, sepertinya ia sedang menunggu kehadiran seseorang.

Hampir dua jam ia menunggu,ternyata yang di tunggu datang juga. Sebuah mobil mewah memasuki pekarangan rumah itu,dengan wajah yang berseri seri dan penuh kebahagiaan Lisa menghampiri mobil itu, seorang lelaki paruh baya turun dari mobil itu yang tidak lain adalah Ayah Lisa Anton namanya. Dengan penuh hormat anak itu menyapa ayahnya…(terjadilah percakapan di halaman rumah)

Malam ayah kata Lisa; malam juga sayang balas Ayahnya,ko tumben belum tidur, biasanya setiap malam ketika ayah pulang kantor, kamu sudah tidur dan paginya jika ayah berangkat kantor kamupun belum bangun. Jawab Lisa ”aku lagi menunggu Ayah” dengan mengandeng lengan Ayahnya berjalan masuk ke dalam rumah; Lisa lagi perlu dengan Ayah, sambil duduk dan membuka sepatu Ayahnya bertanya”ada perlu apa sayang”

Lisa lalu menjawab”Ayah boleh aku tahu berapa gaji ayah sebulan”? Lalu dengan senyum dan tertawa kecil ayahnya menjawab untuk apa kamu bertanya tentang gaji ayah sayang.”(dengan agak manja anak itu memaksa ayahnya untuk memjawab pertanyaannya)ayolah ayah jawab dulu pertanyaanku.

Baiklah sayang ayahnya pun lalu menjawab, ayah bekerja selama sebulan dan gaji ayah di hitung sejamnya 40 ribu rupiah “dengan bersemangat Lisa mengambil secarik kertas dan mencoba menghitungnya”(kalau 10 ribu rupiah 1 jam maka 1 bulan ada 720 jam dikali 10 ribu sama dengan 7.200.000..lanjut Lisa. Benar sayang ternyata anak ayah pintar juga sambung ayahnya.

Lisa lalu melanjutkan percakapan dengan ayahnya ..Yah, bolehkah aku meminjam uang ayah 2.000 rupiah? Ayahnya menjawab untuk apa kamu meminta uang malam malam begini..ayolah ayah aku pinjam uang ayah nanti aku kembalikan..tidak Lisa jawab ayahnya sana tidur sudah malam..Lisa tetap merengek ..ayolah ayah nanti ku kembalikan ..ayahnya langsung membentaknya ayah bilang tidak ya tidak  sana tidur.

Sambil menangis Lisa berlari menuju kamarnya dan membanting diri diatas ranjangnya “diruangan itu pak Anton masih berdiri menatap kepergian anaknya ada rasa bersalah timbul di dalam hatinya. Dengan langkah perlahan ia masuk ke kamar putri kecilnya mencoba membujuk Lisa yang masih menangis. Sambil memeluk Lisa, ayahnya membuka percakapan “maafkan ayah sayang, ayah tidak berniat menyakitimu untuk apa kamu meminta uang malam malam begini, bukankah semua kebutuhanmu sudah terpenuhi, mainanmu banyak apa lagi yang kurang…sehingga kamu memaksa meminta uang pada ayah..

Dengan suara yang serak dan kalimat yang terbata bata Lisa berkata pada ayahnya”aku bukan meminjam uang untuk membeli mainan atau keperluan lainnya..lalu apa sayang tanya ayahnya ..jawab Lisa tadi ayah bercerita kalau setiap harinya upah kerja ayah di bayar 10 ribu rupiah ,karena itu aku ingin membeli waktu ayah hanya 30 menit untuk bermain denganku tetapi uangku kurang 2.000 rupiah makanya aku meminjam uang ayah …maafkan Lisa ayah sudah buat ayah marah ..

Seketika itu juga ayahnya terkejut dengan perkataan anaknya dalam hatinya ada rasa bersalah ternyata selama ini yang didalam pikiranku hanyalah hanyalah bagaimana memenuhi kebutuhan materi anakku dan ku anggap dia bahagia dengan semua harta yang ku berikan tapi ternyata aku salah.. Materi bukan hal yang selalu di butuhkan anakku,ia juga butuh perhatianku..dengan penuh kasih sayag di rangkulnya anak itu dan meminta maaf ..tanpa disadari air matanya menetes dalam hatinya ia berjanji  mulai sekarang ia akan memberikan waktu dan perhatian kepada anaknya. Selesai…..

 

 

Facebook Comments