Bahlawan, Ketua TPAP Kabupaten Alor “Utang SMP Negeri Langkuru Murni Utang Suplayer.

0
78

Mahensa Express.Com. Ketua Tim Percepatan Akses Pendidikan Kabupaten Alor, Bahlawan Djabakal,SE di Diknas Alor kepada Mahensa Exspress.Com pada Selasa (14/11).l, mengatakan perkembangan pembangunan USB SMP Negeri 2 Langkuru yang hingga Tahun Anggaran 2017 belum selesai dikerjakan oleh Panitia Pembangunan yang diketuai oleh kepala sekola.

Menurut Bahlawan Djabakal pekerjaan pembangunan USB SMP Negeri 2 Langkuru didasari pada keputusan Direktur SMP Kemendikbud-RI bersama USB SMP Negeri Padang Panjang.

Dijelaskan pekerjaan pembangunan dengan pola partisipasi masyarakat diatur dalam juknis serta Perjanjian Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pembangunan USB SMP Tahun 2016 yang besaran danannya telah ditandatangani antara PPK Kegiatan Sarana Prasarana Direktorat Pembinaan SMP dengan kepala sekolah selaku ketua pembangunan USB yang dituangkan dalam Surat Perjanjian Pemberian Bantuan (SPPB) dengan total dana Rp.2.196.651.000 dengan perincian;
1. Biaya Persiapan Rp.23.000.000;
2. Biaya konstruksi Rp.1.735.772.200,80
3. Biaya non konstruksi (mobiler) Rp.179.166.670 dan site development Rp.173.562.280;
4. Biaya operasional dan administrasi komite Rp.85.150.0000,”Ujarnya.

Dijelaskan oleh Bahlawan Djabakal bahwa Dana tersebut di transfer langsung ke rekening panitia pembangunan yang diketuai kepala sekola dan harus dipergunakan sesuai juknis,”Paparnya.
Untuk pembangunan USB SMP Negeri 2 Langkuru Direktorat P-SMP menunjuk PT.Miscat sebagai perusahaan Penyedia Hasa Konsultan Perencana dan Pengawas untuk pekerjaan pembangunan USB SMP Negeri 2 Langkuru.

Lanjutnya “Laporan Konsultan PT.Miscat yang disampaikan kepada Diknas Alor pada 9 November 2017 bahwa hingga 31 Desember 2016 Pembangunan USB SMP Negeri 2 Langkuru fisik mencapai 90,55 persen. Pekerjaan yang belum diselesaikan Panitia Pembangunan yaitu, 1,29 persen fisik dan 8,6 persen mobiler.

Diknas Alor telah memediasi beberapa kali rapat untuk proses penyelesaian oleh, Fery Lande. Fery Lande membuat pernyataan pada 26 September 2017 untuk kesanggupan menyelesaikan pekerjaan sisa pada Oktober 2017.

Dalam pekerjaan ini ada upah kerja dan material serta barang pinjaman yang dilakukan oleh suplayer, Fery Lande dengan pihak gereja Ebenheizer Mademang, Gereja Betania Mampui dan beberapa orang di Desa Langkuru Utara.

Diknas Alor telah fasilitasi pertemuan untuk penyelesaian utang piutang antara, Fery Lande sebagai suplayer dan para pihak yang sempat dipantau langsung Bupati Alor,Drs.Amon Djobo pada (30/10) di Mampui Desa Langkuru Utara dengan mendapat arahan Bupati Alor yaitu, Diknas Alor segera bantu memfasilitasi pertemuan untuk penyelesaian utang piutang para pihak diselesaikan oleh player. Gedung sekolah dapat digunakan untuk KBM sambil proses penyelesaian pekerjaan oleh panitia dan suplayer.

Pada (6/11/2017) Diknas Alor memfasilitasi pertemuan pihak gereja Ebenheizer Mademang dan Gereja Betania Mampui dengan Fery Lande di Kantor Diknas Alor. Hasilnya upah kerja Gereja Betania Mampui Rp.14.000.000, telah dilunasi Fery Lande sedangkan harga batako Rp.6000.000 dan biaya sewa mesin moden Gereja Ebenheizer Mademang Rp.10.000.000 belum dilunasi oleh Fery Lande. Fery Lande berkomitmen untuk secepatnya melunasi utangnya kepada Gereja Ebenheizer Mademang.

Menurut,Bahlawan Berdasarkan Surat Kepala Diknas Alor, Alberth N.Ouwpoly,S.Pd,M.Si pada (30/10/2017) pada Kamis 9 November 2017 dilaksanakan pertemuan untuk penyelesaian hutang piutang antara Fery Lande selaku suplayer dengan orang perorang di Gereja Pemlu Desa Langkuru Utara.

Surat Kadis Pendidikan Alor ini telah diterima , warga desa Langkuru Utara sebagai pihak yang diundang telah melakukan komunikasi dengan pejabat Diknas Alor, Yusuf Sailana bahwa mereka tidak bersedia hadir di Pamlu pada Tanggal 9 November 2017 Mereka ingin agar petemuan diadakan di Mampui tetapi Fery Lande tidak bersedia ke Mampui.

Dikatakan Ketua Tim Percepatan Akses Pendidikan Kabupaten Alor, Bahlawan Djabakal berdasarkan juknis pekerjaan baru dapat diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Alor apabila selesai dikerjaksn oleh panitia pelaksana didahului dengan audit Inspektorat Jenderal Kemdikbud atau lembaga audit internal pemerintah lain yang ditunjuk oleh Irjen Kemendikbud RI. Berkaitan dengan persoalan ini Kadis Pendidikan Alor telah tugskan Kasubag Program untuk berkondultasi sekaligus menyerahkan surat permohonan audit kepada Irjen Kemendikbud RI,”Paparnya.

Untuk itu dapat dijelaskan bahwa pekerjaan pembangunan USB SMP 2 Negeri Langkuru dikerjakan oleh panitia pembangunan yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah serta dana pembangunan dana masuk di rekening panitua pembangunan sesuai dengan SPPB dan juknis.

Pekerjaan pembangunan USB SMP Negeri 2 Langkuru belum selesai dan Diknas Alor terus memfasilitasi agar panitia dan suplayer dapat menyelesaikan sesuai rencana.

Menurut, Bahlawan Djabakal hutang piutang berupa upah kerja sewa barang dan materil merupakan utang, Fery Lande kepada pihak-pihak yang telah bersepakat dengan Fery Lande.

Oleh Konsultan Teknik (KT) gedung SMP Negeri 2 Langkuru sudah dapat digunakan untuk KBM tetapi sisa pekerjaan harus diselesaikan sebab rumah Kepala Desa Langkuru Utara yang selama ini dipergunakan untuk KBM akan dilakukan perbaikan opeh Pemerintah Desa Langkuru,”Ujarnya.(efakolly)

Facebook Comments