Pengusaha China Dieksekusi Mati Karena Terbukti Melakukan Hubungan Intim dengan 25 Siswi SMP

0
588
Zhao Ziyong, pengusaha 49 tahun yang dieksekusi mati setelah terbukti memperkosa 25 gadis muda. (Weibo via SCMP)
Zhao Ziyong, pengusaha 49 tahun yang dieksekusi mati setelah terbukti memperkosa 25 gadis muda. (Weibo via SCMP)

Mahensa Express.Com, China, Seorang pengusaha kaya dan mucikari dihukum mati.

Pengusaha itu melakukan pelecehan seksual (merudapaksa) 25 siswi SMP lebih.

Diketahui, seorang pengusaha merudapaksa puluhan gadis usia 14 tahun selama dua tahun lamanya.

Sang pengusaha dieksekusi mati berdasarkan hukum China.

Vonis mati juga dijatuhkan pada seorang mucikari yang memasok gadis-gadis muda pada sang pengusaha.

Pengusaha China itu telah dieksekusi mati setelah terbukti bersalah memperkosa 25 gadis dalam dua tahun terakhir.

Dilansir dariTribunNews .Com eksekusi terhadap Zhao Zhiyong merupakan perkembangan terbaru dalam kasus yang melibatkan lebih dari 30 korban berusia muda di empat SMP Weishi Country.

Diwartakan South China Morning Post, Rabu (5/6/2019), terdapat 14 bocah berusia di bawah 14 tahun menjadi korban pengusaha berusia 49 tahun itu.

Pemberitahuan bahwa eksekusi telah dilaksanakan kepada mantan chairman Tianyuan Flour Products di Weishi County telah dipajang di Pengadilan Menengah Rakyat Kaifeng.

Dalam persidangan, diketahui bahwa Zhao telah memaksa seorang perempuan dewasa bernama Li Na untuk menyediakan bocah kepadanya antara Juni 2015 hingga Januari 2017.

Beberapa dari korban malah menjadi pemasok bocah lain kepada Zhao.

Zhao Ziyong, pengusaha 49 tahun yang dieksekusi mati setelah terbukti memperkosa 25 gadis muda, dengan 14 korban di antaranya berusia di bawah 14 tahun.

Kasusnya diketahui publik pada April 2017 setelah catatan berisi kejahatan itu bocor.

Hanya sedikit yang diketahui dari perkembangan kasus itu hingga kantor berita Xinhua melaporkan Zhao disidang pada Oktober 2018 dan dijatuhi hukuman mati.

Li Na juga divonis mati.

Sementara suaminya Liu Hongyang yang bertindak sebagai sopir dan memperkosa beberapa korban mendapat hukuman 18 tahun penjara.

Pria lain bernama Zhou Hexin yang dilaporkan sempat berhubungan intim dengan beberapa korban dijatuhi 12 tahun penjara.

Kecuali Li Na, semua terdakwa mengajukan banding yang kemudian ditolak.

Berhubungan intim dengan gadis di bawah usia 14 tahun masuk dalam kategori perkosaan dengan hukuman bervariasi mulai dari 10 tahun penjara hingga vonis mati.

Profesor hukum Universitas Tsinghua Zhou Guangquan kepada People’s Court News Januari lalu mengatakan, hukuman itu menunjukkan ketegasan negara dalam menindak kejahatan seksual.(**)

(Editor:efraim lamma koly)