Mantan Komandan Tim Mawar Tunda Laporkan Majalah Tempo ke Polisi.

0
55
Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen Purn. Chairawan didampingi pengacara saat tiba di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. TEMPO/Subekti.
Mantan Komandan Tim Mawar Mayjen Purn. Chairawan didampingi pengacara saat tiba di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa 11 Juni 2019. TEMPO/Subekti.

MahensaExpress.Com ,  Jakarta – EksKomandan
Tim Mawar Mayor Jenderal TNI (Purn) Chairawan menunda melaporkan majalah Tempo ke polisi. Hari ini ia hanya berkonsultasi dengan kepolisian, selain itu barang bukti yang disertakan dirasa masih kurang.

Kuasa Hukum Chairawan, Heridansyah, menuturkan pelaporan secara resmi akan dilakukan besok, Rabu, 12/6, pukul 10.00 WIB.  “Besok kita akan lapor secara resmi dan menyerahkan bukti-bukti secara lengkap,” ujar dia di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Selasa, 11 Juni 2019.

Majalah Tempo edisi 10 Juni menurunkan laporan utama (cover story) berjudul: Tim Mawar dan Rusuh Sarinah, yang merupakan hasil penelusuran untuk mengungkap pelaku dibalik peristiwa 21-22 Mei di Jakarta. Mantan anggota Tim Mawar, Fauka Noor Farid ditengarai berada di belakang aksi demonstrasi di sekitar Badan Pengawas Pemilu pada 21-22 Mei 2019 yang berujung rusuh tersebut.

Laporan di majalah Tempo
ini dilengkapi wawancara dengan Fauka Noor Farid yang menjawab tudingan terhadap perannya dibalik peristiwa itu. Menurut Herdiansyah laporan di majalah Tempo itu tanpa klarifikasi.

Sebelum ke Bareskrim
Chairawan sudah melaporkan Majalah
Tempo ke Dewan Pers. “Dengan berita itu saya merasa dirugikan,” kata Chairawan saat di Gedung Dewan Pers.

Dirilis dari TEMPO.CO
Chairawan membantah dirinya terlibat dalam aksi kerusuhan 21-22 Mei. Menurut dia harus ada pemeriksaan terhadap orang-orang yang sudah dinyatakan terlibat terlebih dahulu.

Herdiansyah menilai pemberitaan di Majalah Tempo tendensius karena langsung menuduh tanpa klarifikasi.  “Menurut beliau (Chairawan), pemberitaan langsung menghakimi,” ujar dia.

Pemimpin redaksi Majalah Tempo, Arif Zulkifli, menghargai setiap proses dan langkah hukum dan narasumber atau publik yang mempersoalkan pemberitaan medianya. Ia pun mengaku siap mengikuti seluruh rangkaian proses di Dewan Pers. “Sesuai undang-undang, Dewan Pers yang berwenang memediasi. Kami akan mengikuti proses di Dewan Pers,” kata Arif .

(Sumber:TEMPO.CO/Andita Rahma)

(Editor :efraim lamma koly )

Facebook Comments