Ketua FG Alor Berharap Polisi segera BAP Laporan Masyarakat Peduli Desa Tubbe

0
363
Foto Mahensa Express.Com : Ketua FG Alor, Moris Weni,S.Sos
Foto Mahensa Express.Com : Ketua FG Alor, Moris Weni,S.Sos

Mahensa Express.Com-Alor,
Anggota DPRD Kabupaten Alor yang juga Ketua Fraksi Golkar Kabupaten Alor Moris Weni,S.Sos kepada Mahensa Express.Com di Kalabahi, Sabtu (29/06/2019) mengatakan Masyarakat
mulai sadar untuk mengawasi dan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan wewenang jabatan di desa.

Ini merupakan langkah maju sebab masyarakat mulai sadar dan ikut mengawasi penggunaan dana negara. Yang terdekat adalah kepala desa terdekat,” ucap Moris Weni.

Ketua Fraksi Golkar Alor ini mengatakan dirinya sangat menghormati upaya dari “Masyarakat Peduli Desa Tubbe Kecamatan Pantar Tengah sudah melayangkan surat pengaduan indikasi penyelewengan keuangan desa/dana desa Tahun Anggaran 2016, 2017 dan 2018 di Desa Tubbe.

Menurut, Moris Weni berkaitan dengan penyelewengan dana desa di Desa Tubbe masyarakat telah melaporkan Kepala Desa Tubbe, Ebenhaizer Sau Sabu,SH di Polsek Pantar Barat dan minta agar dilakukan BAP tetapi karena Polsek Pantar Barat belum juga melakukan BAP terhadap masyarakat pelapor sehingga pada, Kamis (27/06/2019) masyarakat telah melaporkan persoalan tersebut di penyidik Tipikor Polres Alor.

“Benar, masyarakat
Desa Tubbe sudah beberapa kali mendatangi Polsek Pantar Barat dan minta untuk dilakukan BAP tetapi karena proses BAP di Polsek Pantar tidak jalan sehingga kemarin (Kamis red) merek ke Polres Alor dan menurut informasi sudah bertemu Kanit Tipikor. Dan berdasarkan pengakuan perwakilan Masyarakat Peduli Desa Tubbe “penyidik Tipikor Polres Alor mengatakan dalam waktu dekat akan ke Desa Tubbe untuk melakukan uji petik lapangan .

Kita berharap penyidik Polres Alor dapat melakukan BAP tehadap pelapor sehingga proses hukum bisa jalan.

Ketua Fraksi Golkar Alor ini merasa heran dengan Inspektorat Daerah Kabupaten Alor, pasalnya Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Kades Tubbe ditolak BPD tetapi kenapa Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Alor mengeluarkan surat keteranga bebas temuan.
“Saya menduga, Inspektorat Daerah kirim surat ini ke kecamatan dan menekan camat agar meloloskan para kades.
Ini yang saya sebut perbuatan Tersturuktur, Siatematis dan Masif.
“Kuat dugaan Inspektorat Daerah keluarkan Surat Keterangan (Suket) sekaligus tekan Camat Pantar Tengah sehingga, camat meloloskan kades Tubbe.

Kami berharap Polres Alor secepatanya melakukan BAP terhadap Masyarakat Peduli Desa Tubbe sebagai pelapor sehingga proses hukum penyelewengan dana desa di Desa Tubbe bisa jalan. Intinya kami berharap kepolisian segera menindaklanjuti laporan Masyarakat Peduli Desa Tubbe.

Moris Weni mempertanyakan dasar
apa Inspektorat Daerah
mengeluarlan surat keterangan bebas temuan.

Dikatakan Kepala Desa Tubbe telah menyampaikan di forum bahwa dia menyanggupi untuk menyelesaikan hasil temuan dan ternyata hingga saat ini Kades Tubbe belum juga menyelesaikan semua
hasil temuan seperti yang dijanjikan dalam forum.
“Ada temuan tetapi mengapa Inspektorat Daerah keluarkan Surat Keterangan bebas temuan, ini maksudnya apa? Saya berharap Inspektorat Daerah tidak melindungi kejahatan,”ujarnya.

Editor/Reporter (efraim lamma koly)