RUMAH KREATIF HULNANI BERAWAL DARI KRITIK “PROGRAM GEMA MANDIRI

0
59
Safrudin Tonu dan kelompok usaha Rumah Kreatif Hulnani.
Safrudin Tonu dan kelompok usaha Rumah Kreatif Hulnani.

Mahensa Express.Com -Alor, Pondok kecil di Perkampungan Hulnani. sebuah dusun di Desa Hulnani Kecamatan Alor Barat Laut Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Yang menarik dari pondok kecil ini banyak bergelantungan aneka kerajinan seperti topi, kopiah, tas ,dompet dan banyak lagi kerajinan tangan lainnya.

Safrudin Tonu dan Eden Klakik di Rumah Kreatif Hulnani.
Safrudin Tonu dan Eden Klakik di Rumah Kreatif Hulnani.

Lebih unik lagi karena semua kerajinan Rumah Kreatif Hulnani berbahan dasar tenun khas Alor yang sangat terkenal di yang paling digemari oleh wisatawan domestik maupun manca negara tersebut.

Rumah Kreatif Hulnani berdiri sekitar tahun 2016, dengan modal rasa kecewa terhadap program Gerakan Masyarakat Alor Mandiri(Gema Mandiri) yang di rasa tak menyentuh masyarakat.

Opa Safrudin Tonu dan Topi  karya Rumah Kreatif Hulnani.
Opa Safrudin Tonu dan Topi  karya Rumah Kreatif Hulnani.

Memantik minat berwira usaha dari, Safrudin Tonu pria paruh baya yang semula membentuk kelompok usaha ini.

Dalam berjuang membesarkan kelompok usaha “Rumah Kreatif Hulnani” Safrudin Tonu menuai kritik dan cemoohan dari berbagai elemen masyarakat.

Meskipun mendapatkan respon negatif dari masyarakat, Safrudin Tonu tetap optimis untuk bisa membangun dan membesarkan usahanya.

Dengan modal kain perca motif yang di dapat dari kawan-kawanya sesama penjahit di Kalabahi,
kelompok usaha Rumah Kreatif Hulnani terus bergerak memasuki pasaran, bahkan awal berdiri saja sudah mendapat pesanan dari kalabahi hingga, Surabaya, Bali, Jakarta dan Batam.

Usaha Safrudin Tonu dengan kelompok usaha Rumah Kreatif Hulnani
mulai mendapat respon positif dari pemerintah Kabupaten Alor, hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan 4 unit mesin jahit dari Dinas Perindustrian Kabupaten Alor.

Dari 4 unit mesin jahit ini, semakin memacu semangat Safrudin Tonu lebih giat untuk membesarkan usahanya sehingga usaha yang semula hanya kelompok usaha mandiri sudah berubah dan berkembang menjadi Rumah Kreatif Hulnani yang mandiri.

Rumah Kreatif Hulnani tidak lagi memungut kain perca sebagai bahan dasarnya tetapi sudah memulai dengan kain tenun yang di ambil dari pengrajin-pengrajin tenun motif di Alor. Rumah Kreatif Hulnani sudah menghapus pandangan miring masyarakat dengan membuktikan hasil produksinya telah di gemari para turis lokal maupun manca negara.

Opa panggilan akrab Safrudin Tonu ketika di temui reporter ME menjelaskan,
saat sekarang Rumah Kreatif Hulnani sedang mempersiapkan pameran besar untuk semua produk Rumah Kreatif Hulnani di akhir tahun 2019 yang akan di selenggarakan di Kupang

Opa berharap Rumah Kreatif Hulnani tidak hanya memproduksi dari tenun khas Alor saja tapi bisa juga memproduksi motif tenun khas NTT lainnya,
tapi kami masih terkendala permodalan untuk ambil kain dari luar Alor.

Dengan adanya pagelaran pameran hasil produk Rumah Kreatif Hulnani ini Opa Safrudin Tonu, ingin pemperkenalkan kreatifitas dan keunikan tenun khas NTT di dunia luar.

Saya pribadi sangat berterima kasih sekali kepada Bupati Alor, Drs. Amon Djobo, Drs. Ahmad Maro(mantan asisten 1) Bapak alm.Thomas Lalangpuling (Mantan Kadis Perindustria) Zedekiel Duka (mantan camat) yang telah membantu untuk kokohnya Rumah Kreatif Hulnani,”tutup Opa Safrudin Tonu.

(M-Ex/MA)