Wabup Alor : Seharusnya Panitia Pilkades Gugurkan Kades Tubbe Daripada Buat Persoalan Besar Di Masyarakat.

0
801
Wakil Bupati Alor, Imran Duru,S.Pd
Wakil Bupati Alor, Imran Duru,S.Pd

Mahensa Express.Com –
Kalabahi, Wakil Bupati Alor, Imran Duru,S.Pd kepada Mahensa Express di Ruang Kerja Wakil Bupati Alor, Selasa (09/07/2019) mengatakan
berkaitan dengan Calon Kepala Desa incumbent yang akan mengikuti proses pemilihan kepala desa sebenarnya mutlak menjadi kewenangan Panitia Pemilihan Kepala Desa, tugas pemerintah adalah memberikan surat rekomendasi bebas temuan dari Inspektorat Daerah Alor.

Apabila dari Inspektorat Daerah tidak ada temuan tetapi dalam masa kepemerintahan kades bersangkutan ditemukan masalah berdasarkan laporan masyarakat maka peluang untuk cuti bagi kepala desa Incumbent bisa dibatalkan.

“Katakanlah kepala desa tidak pernah melaporkan penggunaan anggaran setiap tahun berjalan kepada BPD sebaliknya BPD juga tidak memberikan informasi kepada kepala desa bahwa harus pertanggungjawabkan pengelolaan anggaran setiap tahun berjalan dan dua orang tersebut sama-sama mengikuti calon kepala desa, maka panitia dapat menggugurkan keduanya sebagai kandidat calon,”Ini dapat terjadi, apabila panitia memahami aturan dengan baik,”ucap Wabup Imran Duru.

Kami pernah jelaskan hal ini di Hotel Nusa Kenari, bahwa hasil audit dari Inspektorat Daerah Kabupaten Alor, katakanlah tidak ditemukab adanya kerugian negara tetapi fakta di lapangan merugikan masyarakat, ini yang kemudian masyarakat memberikan laporan kepada BPD.

Wabup, Imran Duru tegaskan, BPD tidak boleh takut kepada kepala desa Incumbent karena ada rekomendasi dari Inspektorat Daerah, tetapi harus konsisten dan tegas dalam keputusan, kecuali BPD sudah selesai masa tugas, tetapi sebagai masyarakat mereka berhak melaporkan segala penyimpangan yang dilakukan oleh kepala desa.

Dikatakan dalam audit, kemungkinan banyak kepala desa Incumbent, karena memberikan berbagai alasan kepada Inspektorat Daerah sehingga bisa lolos audit, tetapi di masyarakat mungkin ada yang bahan materialnya belum terbayar. Hal ini dapat dijadikan dasar bagi panitia untuk menggugurkan kades bersangkutan sebagai calon.
“Jika ada temuan-temuan baru dari masyarakat maka dapat dijadikan sebagai dasar untuk menggugurkan cakades incumbent.

Contoh kasus Kepala Desa Tubbe yang ada banyak persoalan berdasarkan laporan masyarakat sehingga sebagai pimpinan kami harus percaya dan merespon laporan tersebut.

Panitia Pilkades Desa Tubbe harusnya menggugurkan kepala desa Tubbe yang maju menjadi salah satu kontestan dalam proses pilkades daripada menimbulkan persoalan besar di masyarakat.

Dia mengatakan di Kecamatan Pantar Tengah ada beberapa desa, salah satunya Desa Tubbe, sementara desa lainnya ada yang menyalahgunakan Dana Desa ada juga yang menguasai aset desa dan lebih parah lagi jual beras raskin. Dari Pantar Tengah ada banyak laporan masyarakat, daripada menjadi permasalahan lebih baik gugurkan saja sehingga tidak buat persoalan baru,” papar Wabup Alor Imran Duru.

Dalam rangka program Alor Sehat, Kenyang dan Pintar pemerintah daerah pending proses pencairan keuangan untuk program dengan nilai Rp.200.000.000 per desa karena ditakutkan dana tersebut dimanfaatkan kepala desa Incumbent untuk janji orang, suap orang, dapat juga digunakan untuk tipu masyarakat agar pilih dia.

Untuk itulah maka proses pencairannya di tahan sementara, dan dana tersebut akan dikucurkan ke desa usai pemilihan kepala desa serentak di Kabupaten Alor pada Tanggal 20 Juli 2019.

” Rekomendasi dari Inspektorat Daerah Kabupaten Alor menjadi salah satu prasyarat dan bukan harga mati karena apabila persoalan-persoalan masih terpendam dan belum di selesaikan maka harusnya panitia menggugurkan kepala desa Tubbe yang akan maju sebagai calon Kepala Desa Tubbe.
Panitia harusnya menggugurkan karena masyarakat mengalami kerugian dari asas manfaat.

Kepada masyarakat Desa Tubbe yang sudah melaporkan penyimpangan keuangan dan aset desa yang sudah dilakukan oleh Kepala Desa Tubbe kepada pihak kepolisian Alor maupun Polda NTT, tidak perlu takut sebab polisi akan bekerja secara profesional dalam menangani setiap laporan masyarakat,”tutupnya.

Reporter/Editor :efraim lama koly.

Facebook Comments