Bupati Djobo : Apresiasi Untuk Masyarakat Karena Sudah Lapor Kades Tubbe Di Polda NTT.

0
716
Bupati Alor, Drs.Amon Djobo
Bupati Alor, Drs.Amon Djobo

Mahensa Express.Com – Kalabahi, Bupati Alor, Drs. Amon Djobo di ruang kerjanya, Kamis (11/07/2019) mengatakan Pemerintah mempunyai niat baik, “bukan berarti pemerintah tolong kades incumbent, memudahkan atau meninah bobohkan kades incumbent tetapi 6 bulan seblum mempersiapkan diri untuk maju sebagai calon kepala desa, Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Alor sudah periksa secara keseluruhan 6 tahun penggunaan Dana Desa, kinerja, adaptasi dengan Masyarakat dan harapan-harapan mereka melalui visi misi.

Dari 132 desa akan gelar pemilihan kepala desa hampir 79 persen kepala desa Incumbent yang mencalonkan diri kembali, mempunyai kinerja baik, sisanya 21 hinngga 22 persen dalam pengelolaan dana desa belum berjalan maksimal dan belum sesuai dengan harapan masyarakat atau seperti yang tertuang dalam visi misi mereka.

Dikatakan apabila dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi atau diluar dari prosedur maka harus diselesaikan, kalau tidak diselesaikan tidak akan mendapatkan rekomendasi dari pemerintah.

“Ketika ada rekomendasi Inspektorat Daerah di disposisi dan minta kepala PMD dan Bagian Pemerintahan Setda Alor agar camat memerintahakan kades tersebut segera selesaikan hasil temuan. Hal ini dilakukan agar yang maju pikades benar-benar bersih.

Menurut Bupati Djobo, hampir 90 persen desa-desa di Kabupaten Alor yang menyelenggarakan pemilihan kepala desa, ribut secara keseluruhan, hal ini juga mendapat apresiasi dari pemerintah
karena demokrasi bertumbuh dari bawah.

Pemerintah Daerah berpendapat, masyarakat desa Tubbe sudah cukup maju proses berpikir dan memahami proses
demokrasi terhadap kandidat kades yang akan mereka pilih. Pemerintah memberikan apresiasi untuk masyakarat Desa Tubbe karena setealah rekomendasi dari Inspektorat Daerah untuk kades incumbent, masyarakat langsung melaporkan kepala desa ke Polda NTT. “Saya berharap masyarakat tidak boleh pilih orang model seperti itu. Jangan pilih lagi, pilih orang yang mempunyai kelayakan dan kepantasan, jangan pilih orang yang setelah jadi kepala desa tidur-tidur di Kalabahi.
“Ini kepala desa lebih banyak tidur di Kalabahi, kepala desa tugasnya di desa, bukan di Kalabahi,”ucap Bupati Amon Djobo.

Hampir semua kepala desa buat kerajaan kecil di Kalabahi, bagaimana mungkin program desa akan berjalan dengan baik kalau kepala desa lebih banyak tidur bangun di Kalabahi.Para kades harus ingat, kebutuhan masyarakat di desa cukup
tinggi dengan adanya alokasi anggaran dana desa yang cukup besar.

Ada banyak dana yang dialokasikan ke desa, seperti Dana Desa, Dana ADD, Dana Pemberdayaan dari APBD per desa 200 juta untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Diharapkan program pemberdayaan akan berjalan sesuai harapan terlebih harus mensejahterakan masyarakat.

Kepala desa model begini ditakutkan mempergunakan dana-dana tersebut untuk kepentingan pribadinya dalam kampanye pilkades, gertak masyarakat pilih dia baru dia kasih, kalau tidak pilih maka tidak dapat,”orang model begini yang harus diwaspadai karena dana-dana dimaksud bukan dana milik pribadinya. Media harus membuka wawasan berpikir masyarakat sehingga mereka bisa pilih kepala desa yang benar-benar bersih,”Kata Bupati Amon Djobo.

Bupati, Amon Djobo mengatakan dirinya bukan tiba-tiba menjadi Bupati Alor tetapi sudah jalan keliling Alor jadi tahu mana kades yang kinerjanya bagus dan mana yang tidak.

Banyak yang berpikir maju kades karena dana cukup besar, banyak anggaran pemberdayaan dari APBD sekitar 35 milyar lebih yang dialokasikan untuk masing-masing desa Rp. 200 juta.

Bupati, Amon Djobo minta Mahensa Express.Com harus tulis sehingga dana-dana dimaksud tidak gunakan kades incumbent untuk kepentingan kampanye. Masyarakat harus pilih orang yang ingin membangun dan mau memahami kondisi masyarakat sebab proses pembangunan dari desa hingga kota harus berjalan dengan baik. Kalau pilih orang yang hanya urus jalan-jalan maka pembangunan di desa akan mandek,”katanya.

Camat harus berani ingatkan dan tegur kades apabaila melakukan kesalahan karena secara struktur camat atasannya kades. Bupati Djobo mengatakan sealama ini tidak ada camat yang pernah bersurat kepada bupati agar tidak mengeluarkan rekomendasi karena kades kerja tidak benar, “tidak ada itu.

Terima kasih kepada masyarakat Desa Tubbe yang sudah melaporkan Kades Tubbe di Polda NTT, ini merupakan langkah maju, agar jadi pembelajaran bagi kades yang lainnya. Setiap hasil pemeriksaan dari inspektorat daerah datanya kita serahkan kepada polisi dan kejaksaan. Apabila kades tidak sanggup mengembalikan keuangan yang diselewengkan dan aset desa yang telah dia jual, maka proses hukum,”Titik.

Ini momentum penting untuk menentukan pimpinan di desa, untuk itu harus pilih kades yang benar-benar cinta masyarakat dan membangun desa bersama masyarakat. Jangan pilih kades yang hanya putar-putar di Kalabahi momen pilkades baru kembali ke desa,”tutup Bupati Amon Djobo. (M-Ex/Re)

Editor : efraim lama koly