Astaga, Oknum Anggota BPD di Desa Dulolong Jadikan RD Sebagai Budak Nafsu.

0
1810

Mahensa Express.Com – Alor, Perbuatan, Syamsudin Djawa (SD) sungguh sangat bejat. Berstatus sebagai Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Dulolong, Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor ternyata tidak membuat dirinya menjadi bijaksana dan mengayomi masyarakat. SD justru tega melakukan tindakan asusila dengan menjadikan RD seorang janda 5 anak.

Menurut ibu kandung korban, Siti Dael anaknya RD selama menjadi tulang punggung keluarga karena disamping memenuhi kebutuhan hidup juga untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya RD berjualan kue rambut. “Syamsudin Djawa sudah berulang kali mengauli anak saya RD,” paparnya dengan mata nanar.

Dikisahkan oleh, Siti Dael anaknya berprofesi sebagai penjual kue rambut di Kalabahi pulang malam dari Kalabahi usai berjualan.
Kejadian berawal ketika RD (nama panggilan korban red) ini sering pulang malam dari jualan di pasar kadelang Kalabahi.

SD sering manghadang dan mengganggu RD dan menggungkapkan perasaannya bahkan mengancam RD agar mau melayani nafsu bejatnya namun, RD selalu menolak dengan alasan SD sudah punya anak istri,
tetapi SD yang otaknya sudah dikuasai nafsu tidak juga berhenti bahkan semakin berani dan berutal.

Siti Dael mengatakan hampir tiap malam SD selalu datang mengunjungi dan memaksa RD untuk melayani nafsunya, tetapi RS selalu menolak. Pertahanan RD akhirnya goyah dengan ancaman dan kekrasan yang dilakukan SD untuk bisa menyalurkan hasratnya
alhasil RD pun hamil.

Siti Dael kepada wartawan mengatakan dirinya baru pulang dari Batam. Dia sangat kecewa dengan perilaku SD orang yang di Tuakan di Desa Dulolong.
Harusnya SD menjadi pengayom bagi kami bukan menyengsarakan kami dengan ulahnya,” ujar Siti Dael

Kehamilan RD yang tak mungkin lagi di sembunyiikan inilah yang membuat warga dan keluarga bertanya-tanya,
Ini ulah siapa, setelah di desak oleh keluarga dan para kerabat RD pun mengakui bahwa Syamsudin Djawa adalah pelakunya,”kata Siti Dael.

Berdasarkan pengakuan RD keluargapun mendatangi rumah SD untuk meminta pertanggung jawaban perbuatannya. SD pun tak bisa mengelak dan berjanji untuk menyelesaikan urusan setelah pemilihan kepala desa. Hal yang membuat geram keluarga, setelah pemilihan kepala desa usai SD tidak ada niat untuk silaturohmi membahas masalah pertanggungjawaban yang di janjikan. SD dianggap mau enaknya saja karena
saat persalinanpun SD tidak menampakkan batang hidungnya, ataupun mengirim bantuan biaya persalinan kepada RD,

Muhammad Peki, saudara laki-laki korban kepada Mahensa Express.Com di Desa Dulolong, Rabu (24/07/2019) mengatakan sebagai saudara dirinya sangat tidak terimah dengan semua perbuatan bejat yang telah dilakukan oleh SD. Biarkan hukum yang menyelesaikan masalah ini, karena kami telah mengupayakan jalan kekeluragaan, tapi mengalami jalan buntu sebab tidak ada niat baik dari pelaku,”kata muhamad Peki.

Ketika tim Mahensa Express.Com mengunjungi rumah yang letaknya persis diatas Bukit Dulolong untuk bertemu RD, tetapi tidak berhasil sebab
janda cantik yang punya nama lengkap Rahmatia Dael ini sementara berjualan di Pasar Kadelang. Dihubungi wartawan melalui telepon genggamnya, RD menceritakan semua perilaku amoral SD terhadapnya.
Kalau tidak di layani dia selalu mengancam bahkan pelaku terkadang nekat lempar rumah kediaman kami dengan batu. Kami tak berdaya karena kami dalam keluarga semua perempuan dan anak-anak kecil,”Tutup RD.

(M-Ex/TIM)

Editor: efraim lamma koly