Danrem 161 TutupTMMD 105, Berharap Hasil Kegiatan Bermanfaat.

0
41
Danrem 161 Kupang, Brigjen TNI Saiful Rahman, S.Sos memberikan bantuan kepada salah satu masyarakat di lapangan SMP Negeri Pailelang.
Danrem 161 Kupang, Brigjen TNI Saiful Rahman, S.Sos memberikan bantuan kepada salah satu masyarakat di lapangan SMP Negeri Pailelang.

Mahensa Express.Com – Alor, TMMD 105 Kodim 1622 Alor resmi ditutup oleh, Danrem 161 Kupang, Brigjen TNI Saiful Rahman, S.Sos di lapangan SMP Negeri Pailelang, Kamis (08/08/2019). Dandim 1622 Alor, Bupati Alor Drs. Amon Djobo dan Wakil Bupati Alor, Imran Duru,S.Pd, Dandim 1622 Letkol.Inf. Supyan Munawar,S.Ag dan
Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (Forkopimda).

Amanat tertulis Pandam Udayana IX Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P selaku penanggungjawab keberhasilan operasional TMMD 105 yang dibacakan oleh Danrem 161 Kupang,
Brigjen TNI Saiful Rahman, S.Sos. Dalam sambutannya Pandam Udayana IX mengatakan “Kegiatan TMMD mulai tahun 2019 dilaksanakan dua kali, kedepannya akan dilaksanakan 3 kali setiap tahun.

Ditegaskan oleh Pandam Udayana IX Mayjen TNI Benny Susianto bahwa
TMMD merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, kementerian, lembaga non kementerian, pemerintah daerah serta seluruh komponen bangsa. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan dalam TMMD 105 Tahun 2019 terdiri dari sasaran phisik dan non phisik. Untuk sasaran phisik lebih diarahkan pada sarana-sarana yang benar-benar dibutuhkan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama untuk membuka daerah-daerah yang benar-benar terisolasi dan terpencil seperti pembukaan jalan baru, perehaban rumah ibadah, perehaban rumah tidak layak huni serta pembuatan Bak penampungan air, MCK serta fasilitas umum lainnya. Kegiatan non phisik, dalam rangka mendorong tumbuhnya inovasi dan kreatifitas, guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam membangun daerah menuju kehidupan sosial yang lebih maju, sejahtera dan mandiri.

Sasaran non phisik berupa penyuluhan, sangat penting untuk menggugah dan memupuk komitmen persatuan bangsa. Meningkatkan wawasan kebangsaan dan bela negara serta semangat nasionalisme dalam rangka memperkokoh semangat masyarakat untuk berbangsa dan bernegara.

Dengan berakhirnya pelaksanaan TMMD 105 Tahun 2019 selaku penanggungjawab Keberhasilan Operasional TMMD 105, Pandam Udayana IX berharap hasil dari kegiatan dapat dirasakan terlebih bermanfaat bagi masyarakat.

“Kepada prajurit TNI dan Polri serta unsur-unsur terkait didalamnya yang tergabung dalam satgas TMMD 105, Pandam Udayana IX Mayjen TNI Benny Susianto
mengucapkan terima kasih karena telah melaksanakan tugas dengan tetap berpegang teguh pada sapta marga, Sumpah prajurit TNI serta mewujudkan jati diri prajurit yang solid, profesional, moderen, tangguh, berwawasan kebangsaan serta dicintai rakyat.

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa 105 tahun anggaran 2019 di wilayah Kodam Udayana ditutup hari ini, Kamis (08/08/2019),” tutup Pandam Udayana IX Mayjen TNI Benny Susianto.

Danrem 161 Kupang Brigjen TNI Saiful Rahman, S.Sos seusai membacakan sambutan Pandam Udayana IX mengatakan
untuk membangkitkan semangat membangun Kabupaten Alor yang lebih baik dan lebih maju, mewakili unsur TNI yang berada di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya yang berada di Kabupaten Alor, TNI ingin mendedikasikan kerja, tenaga dan pikiran untuk Kabupaten Alor. Namun tidak cukup dengan semangat tapi tentunya TNI ingin membangun bersama-sama dengan masyarakat. “Kita harus bangga dengan Kabupaten Alor, karena tidak ada orang lain yang akan membantu membangun kesejahteraan di Alor kecuali masyarakat Alor sendiri.

Oleh karenanya semua masyarakat beserta semua komponen bangsa harus bahu membahu membangun Kabupaten Alor, terutama generasi muda yang nanti akan menjadi generasi selanjutnya.

“Saya ingin Danrem 161 kedepan berasal dari adik-adik yang saat ini berada di depan saya. Tidak boleh ada impor-impor dari luar, yang harus menggantikan saya dan para pejabat yang ada di sini harus berasal dari adik-adik yang saat ini berada di sekitar saya,”caranya sangat mudah yaitu, belajar, belajar dan belajar.
Belajar menjadi modal dan semangat pantang menyerah untuk meraih kesuksesan. Lanjunya, semua tantangan adalah karunia Tuhan yang menjadi kekuatan dan bukan tangtangan. “Saya bangga dengan orang Alor dan saya Orang Alor”ujarnya.

Reporter/Editor (efraim lamma koly)

Facebook Comments