Kejati NTT Serahkan Berkas Tahap II Kasus NTT Fair Ke JPU Kejari Kota Kupang.

0
67
Kajari Kupang, Maks Sombu

Mahensa Express.Com Kupang, Penyerahan berkas perkara tahap II kasus ini dari jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang dilangsungkan,  Selasa (10/9/2019)

Enam tersangka yang dimaksudkan dalam kasus ini yaitu, Y.A, Mantan Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi  NTT, D.T, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), H.P dan L.L, selaku kontraktor, B.Y dan F.B, selaku konsultan pengawas.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang, Oder Maks Sombu,S.H,M.A,M.H kepada wartawan di Kejari Kota Kupang, Selasa (10/9/2019) mengatakan, penyerahan tahap II ini berupa para tersangka bersama barang bukti (BB).

Keenam tersangka ini akan ditahan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak tanggal pelimpahan tahap II.

Diharapkannya, dalam rentang waktu penahanan 20 hari ke depan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah bisa merampungkan surat dakwaannya untuk selanjutnya dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang guna disidangkan.

Disaksikan wartawan media ini, tim kuasa hukum tersangka H.P, selaku kontraktor pekerjaan tersebut  yang diketuai Semuel Haning,S.H,M.H, dengan anggotanya, Marthen Dillak,S.H,M.H dan Simson Lasi,S.H,M.H ikut mendampingi kliennya saat pelimpahan tahap II dari Kejati NTT ke Kejari Kota Kupang.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat primair pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pembrantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pembrantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHAP.

Subsidair pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pembrantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pembrantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHAP.

Pembangunan Fasilitas Pameran Kawasan NTT Fair dimulai Mei 2018  dengan anggaran sebesar Rp 31 miliar, namun hingga batas yang ditentukan Desember 2018 proyek  tersebut belum rampung.

Kemudian diperpanjang waktu pelaksanaanya selama 50 hari, tetapi belum rampung juga, sehingga ditambah waktu lagi selama 40 hari,  namun kontraktor belum rampung pekerjaan 100 persen.

Hingga 31 Maret 2019, progres fisik pembangunan gedung NTT Fair ini  baru mencapai 54,8 persen.  Sementara disisi lain, anggaran pembangunan gedung tersebut sudah cair 100 persen. MA

Facebook Comments