Ratusan Nelayan Desak Polres Kupang Kota Usut Tuntas Pembunuh Burhan Ama Asa

0
476
Ratusan orang nelayan dari Alak,dan nelayan sekitar kota  Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/9), gelar aksi unjuk rasa desak Polisi tindak tegas pembunuh, Burhan Ama
Ratusan orang nelayan dari Alak,dan nelayan sekitar kota  Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/9), menggelar aksi unjuk rasa desak Polisi tindak tegas pembunuh, Burhan Ama

Mahensa Express.Com – Kupang,  Sekitar seratus orang nelayan dari Alak,dan nelayan sekitar kota  Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (17/9), menggelar aksi unjuk rasa di halaman DPRD Kota Kupang namun karena anggota dewan ada kegiatan sehingga staf di DPRD Kota Kupang saja yang menerima perwakilan masa pendemo.

Massa aksi kemudian melanjutkan unjuk rasa di Kepolisian Resor Kupang Kota (Polresta) mendesak penyelesaian kasus pembunuhan nelayan bernama Burhan Ama Asa, warga Alak.

Sokan Teibang dan massa aksi
Sokan Teibang dan massa aksi

Aksi unjuk rasa damai ini dipimpin oleh Darul Ikwan dan Sokan Teibang, sebagian besar massa aksi merupakan keluarga korban dari Kecamatan Alak, Kota Kupang. Sesuai pantauan Mahensa Express.Com masa aksi dikawal sejumlah personel kepolisian dari Polresta Kupang Kota.

Darul Ikwan, salah satu keluarga korban dan juga Korlap Aksi dalam orasinya mengatakan, kedatangannya bersama ratusan warga nelayan untuk menuntut keadilan dalam penanganan perkara pembunuhan tersebut.

“Kami keluarga korban merasa sangat sakit hati, karena pelaku pembunuhan saudara kami Burhan Ama Asa yang belum diproses hukum,dan jika tuntutan kami tidak di tindak lanjuti seminggu setelah aksi ini,kami akan datang kembali dengan massa yang lebih besar lagi,” ujar Sokan Teibang alumni HMI Cabang Kupang itu dengan geram.

Massa aksi dan spanduk bertuliskan tuntutan
Massa aksi dan spanduk bertuliskan tuntutan

“Memang sudah ada oknum pelaku yang ditahan tapi yang kami pertanyakan, kenapa dilepas lagi dengan alasan wajib lapor .Ada apa gerangan?

Untuk itu, Sokan Teibang  minta agar aparat kepolisian menindak secara adil dengan memproses hukum terhadap semua pelaku. “Saya khawatir jika tuntutan keadilan ini tidak direspon secara serius maka dapat memicu konflik horisontal di tingkat masyarakat,” katanya.

“Kami beharap aparat kepolisian menindak seadil-adilnya para pelaku tanpa pandang bulu agar keluarga juga bisa tenang sehingga tidak terjadi persoalan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi mengatakan, pihaknya telah menetapkan dua tersangka dalam perkara pembunuhan terhadap Burhan Ama Asa di sekitar Pelabuhan Perikanan Tenau Kupang beberapa waktu lalu.

“Dua pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka, baik yang dilaporkan di Polres Kota Kupang dan di Polsek Alak,” katanya saat mewakili Kapolres Kota Kupang bersama wakilnya saat menerima dan berdiskusi dengan sekitar 10 orang perwakilan masa aksi.

Kasat Reskrim mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan bahwa perkara pembunuhan tersebut dilakukan secara berencana karena masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.(MA)

Facebook Comments