Kadisdik Abe : Lomba Kesenian Dan Jajanan Lokal Sebagai Wujud Dukung Program KSP.

0
55
Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly pose bersama peserta lomba
Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly pose bersama peserta lomba

Mahensa Express.Com – Kalabahi, Lomba kesenian dan jajanan lokal Alor antar Dharma Wanita Jajaran Dinas Pendidikan Alor, Kamis 3 hingga 5 Oktober 2019 di Aula Disdik Alor, Taramiti Tominuku. Kegiatan ini dubuka oleh, Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly,S.Pd,M.Si.

Kadisdik, Abe menjelaskan pada kegiatan ini Disdik Alor menyelenggarakan Aneka perombaan seperti Solo putra/putri, lego-lego, peragaan busana daerah,tarian kreasi baru, lomba ikat dasi dan lomba jajanan pangan lokal antar Bidang, Inti dan Sub Bagian dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Guru, Hari Ulang Tahun Dharma Wanita dan persiapan Porseni Korpri Tingkat Kabupaten Alor Tahun 2019.

Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly pose bersama peserta lomba tarian kreasi
Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly pose bersama peserta lomba tarian kreasi

Dia mengatakan seleksi tim lingkup Diknas dalam rangka keiikutsertaan dalam ivent porseni Korpri Tingkat Kabupaten Alor yang akan berlangsung dari 21 hingga 29 Oktober dan lomba antar persatuan Dharma Wanita lingkup Pemkab Alor yang akan pada bulan Oktober ini. Diknas Alor bekerjasama dengan Dharma Wanita satuan Disdik Alor mefasilitasi kegiatan perlombaan. Peseta Lomba Seni-Budaya Lingkup Disdik melibatkan Pejabat dan Staf Disdik,Dharma Wanita,Para Kepala sekolah dan Guru PNS-Non PNS, TK/Paud, SD dan SMP Kecamatan Teluk Mutiara.

Sebagai Kadisdik Alor dan juga pembina Dharma Wanita, “momentum ini merupakan era dimana pemimpin harus mempunyai kreasi, inovasi, kreatifitas serta mampu mengorganisir semua potensi yang ada untuk kepentingan organisasi. Seorang pemimpin harus mampu menggali bakat, minat dan kreatisfitas dari Sumner Daya Manusia yang ada disekitar organisasi,”ucapnya.

Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly, Pahlawan Dajabakal dan Mesak Malailak
Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly, Pahlawan Dajabakal dan Mesak Malailak

Di era sekarang pemimpin tidak bisa kerja apadanya dan mengharapkan produk kegiatan datang dari atas karena pemimpin yang tidak mempunyai kreatifitas akan ditinggalkan oleh orang-orang di organisasinya. “Untuk itu kita harus memulai dengan kegiatan inovatif,”paparnya.

“Ada yang terhilang dari perhatian selama ini yang baru saya temukan yaitu ada sejumlah guru dan istri guru yang selama ini jadi istri PNS tapi tidak pernah terlibat dalam kegiatan organisasi seperti Dharma Wanita. Dengan kegiatan ini saya berharap semua istri PNS akan terlibat dalam setiap kegiatan di lingkup Disdik Alor.

Lanjutnya dalam perlombaan ini menggunakan juri tunggal yaitu Kadisdik Alor. Langkah ini ditempuh agar ada keterlibatan unsur pimpinan secara langsung dalam kegiatan. Apabila peserta lomba dari unsur staf saja maka nilainya pasti berkurang, tapi kalau diiukti oleh Kabid, kasi serta UPT dan kepala sekolah, nilainya pasti baik,”ujar Kadisdik Abe Ouwpoly.

Ditegaskan bahwa pemimpin di dunia pendidikan pada era sekarang harus berperan sebagai, Ing ngarso sung tulodo, Ing madyo mangun karso dan Tut wuri handayani” artinya bahwa seorang pemimpin harus memberi teladan, bimbingan serta medorong.
Tidak bisa pemimpin mendorong staf tapi tidak pernah terjun langsung dan menjadi teladan, Contoh pengembangan bakat minat dan kreatifitas.

“Ini era dimana pemimpin tidak duduk dan perintah-perintah saja karena era ini adalah era teamwork yang menuntut pemimpin dan staf untuk selalu bekerjasama.

Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly,S.Pd,M.Si
Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly,S.Pd,M.Si

Bagaimana mau disebut teamwork kalau pemimpin hanya perintah-perintah tidak pernah memberikan contoh yang baik karena masyarakat sebagai subyek pembangunan akan selalu menilai kita.
Ditegaskan, “jangan sampai jadi pemimpin hanya bisa perintah dan bicara tapi tidak tahu kerja terlebih tidak bisa berkontribusi,”paparnya.

Tujuan akhir kegiatan yaitu mendukung program, Alor kenyang, sehat dan Alor pintar. Bagaimana mendorong aparatur di daerah ini untuk menyiapkan dan memberdayakan potensi yang ada disekitar kehidupannya.

Kadisdik Abe menjelaskan, menciptakan masyarakat Alor yang kenyang bukan soal makan minum, tapi ketersediaan pangan. Bagaiamana mengolah potensi yang ada secara baik bukan untuk konsumsi saja, tapi untuk investasi pendidikan dan lainnya.

Apabila pangan lokal dikelola secara baik maka dapat direkomendasikan menjadi mulok sehingga anak-anak mempunyai pengetahuan yang baik tentang pola konsumsi masyarakat karena pangan lokal menyimpan sejumlah kadar vitamin, protein dan gizi tinggi yang selama ini biarkan.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari Disdik Alor mendukung program Alor kenyang, sehat dan pintar. Hanya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat maka orang akan sehat dan kalau sehat maka pintar dengan sendirinya akan ada. efk.

Editor: efraim lamma koly

Facebook Comments