Kadisdik Abe Ouwpoly Sebut : Ini Alasan Pemerintah Belum Mengeluarkan Ijin Operasional SD Dan SMP Advent.

0
83
Kadisdik Alor, Albert N.Ouwpoly,S.Pd,M.Si

Mahensa Express.Com – Kalabahi, Fredrik Talesu penggagas dan pendiri sekolah Advent di Alor kepada wartawan, Rabu (09/10/2019) mengatakan Sekolah advent dari Gereja Advent Hari ke 7 yang mendirikan institusi untuk menujang kebutuhan kemanusiaan,” Seperti, Rumah Sakit, Sekolah-sekolah dan juga yayasan untuk memberi bantuan apabila terjadi bencana alam dan lain-lain.

Ini merupakan komitmen Gereja Masehi Advent Hari ke 7 Se- Dunia. Lanjutnya, “Itu sebabnya di Alor juga dulu pernah ada Yayasan Alfa yang datang ke Alor untuk berupaya membantu meningkatkan kehidupan masyarakat. Untuk itu saat ini di Alor dirasakan perlu didirikan sekolah dan gereja dengan tujuan-tujuan seperti itu, yaitu berpartisipasi meningkatkan pendidikan di masyarakat,”kata Fredrik Talesu.

“Namun Gereja Advent dengan segala keterbatasan dan didukung oleh anggota-anggotanya telah bergotong royong membangun sekolah-sekolah Advent di Alor.

Di Kabupaten Alor Gereja Advent Hari sudah membangun 3 buah gedung sekolah masing-masing 3 kelas. Tiga gedung tersebut adalah, 1 Gedung PAUD , 1 gedung SD dan 1 buah Gedung SMP Advent. Anggaran untuk biaya pembangunan maupun biaya operasional sekolah bersumber dari lembaga founding dan para donatur yang tidak mengikat.

Lanjutnya, hingga saat ini baru PAUD Advent yang telah memiliki ijin operasional tapi SD dan SMP belum mendapatkan ijin operasional.

Dikatakan Yayasan Advent sudah berusaha untuk memohon ijin operasional pada pemerintah agar dapat memberikan ijin operasional untuk SD dan SMP Advent.

Jumlah siswa Paud Advent pada Tahun 2019 ada 38 murid, SD 43 orang murid kelas 1 hingga kelas 6 dan SMP 40 orang siswa.

“Sebenarnya ada banyak siswa lagi yang mau mendaptarkan diri tapi karena belum ada ijin operasional untuk SD dan SMP sehingga orang tua kemungkinan masih pikir-pikir. Ijin operasional sudah diajukan beberapa waktu lalu, kita berharap bisa mendapatkan ijin operasional dari pemerintah dalam waktu dekat,”ucapnya.

“Kami menyadari bahwa mungkin ada hal-hal lain yang belum kami lengkapi dalam proses ijin, untuk itu kami berharap kedepan kalaupun ada akan dilengkapi sehingga proses ijin operasional dari pemerintah bisa ada. “Gereja Advent Masehi Hari ke 7 juga ingin membantu pemerintah dalam meningkatakan mutu pendidikan dan membangun masa depan anak bangsa di daerah ini. Kami berharap semoga pemerintah bisa mengeluarkan ijin operasional untuk SD dan SMP Advent dalam waktu dekat.

Dijelaskan Gereja Advent hari ke 7 akan berusaha untuk memenuhi seluruh persyaratan apabila masih ada kekurangan berkas dalam usulan ijin operasional sehingga ijin bisa keluar. Meskipun memiliki gedung yangg memenuhi standar operasional tapi mungkin ada hal lain yang belum dilengkapi sehingga pemerintah belum mengengeluarkan ijin operasional untuk SD dan SMP Advent,”ujar Fredrik Talesu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Alor, Albert N.Ouwpoly,S.Pd, M.Si dihubungi wartawan, Kamis (10/10/2019) dimintai komentarnya terkait ijin operasional SD dan SMP Advent menjelaskan sesuai ketentuan Permendikbud Nomor. 36 Tahun 2016 satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum mendapat izin pendirian dari pemerintah/pemkab maka sekolah tersebut tidak boleh terima siswa baru. Izin operasional baru akan dikeluarkan apabila
didahului dengan study kelayakan oleh Tim.

Lanjut, Abe Ouwpoly dalam study kelayakan oleh pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Alor berupa dukungan masyarakat pendukung, Jarak dengan sakolah yang sudah ada diatas 3 km, ada calon siswa diatas 20 orang per kelas, prasarana-sarana pendukung, pembiayaan oleh penggagas atau pendiri yayasan dan lain-lain.

Dijelaskan, mengapa hingga saat ini pemkab cq Disdik Alor belum memberikan rekomendasi kepada bupati untuk terbitkan izin operasional karena
1. Sejak awal Disdik Alor sudah ingatkan jangan terima siswa baru dan jangan jalankan KBM menunggu sampai ada izin operasional baru lah proses KBM dijalankan tapi mereka tetap terima siswa baru dan tetap jalankan proses KBM.
2. Dukungan sekolah dan masyarakat setempat tidak pernah ada.
3. Jarak SMP Advent dengan SMP Negeri Mali dan SMP Kristen 4 Mebung dibawah 3 km.
4.Calon siswa lebih banyak dibawah dari luar kelurahan Kabola seperti dari Makemi, Kopa dan tempat lainnya.
5.Jumlah calon siswa tiap tahun tidak lebih dari 10 orang atau dibawah 20 orang.
5. Karena belum ada izin operasional maka tiap tahun ujian Disdik Alor berusaha selamatkan anak-anak ini di administrasi peserta ujian SMP Negeri Mali.

Kadisdik Abe Ouwpoly mengatakan peraturan terbaru ijin operasionalatau pendirian sekolah yang diselenggarakan masyarakat harus oleh Badan Perizinan Satu Atap Kabupaten Alor untuk itu Yayasan Advent harus mengajukan ijin operasional ke lembaga ini.
(Efk)

Facebook Comments