Perempuan Berusia 20 Tahun Asal Brebes, Pelaku Penyerangan Wiranto Merantau Sejak Lulus SD

0
342

Mahensa Express.Com – Jakarta, Menko Polhukam Wiranto diserangdua orang saat turun dari mobil di Alun-alun Menes,Pandeglang, Kamis (10/10/2019) siang.

Dua orang tersebut adalah pasangan suami istri, SA atau Abu Rara dan FD (sebelumnya tertulis FA).

SA menusuk bagian perut Wiranto.

Mereka tinggal di rumah kontrakan di Kampung Sawah RT 04 RW 01, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang.

SA adalah pria kelahiran Medan tahun 1968, sementara FA adalah warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Berikut fakta dari FD, perempuan asal Brebes pelaku penyerangan Wiranto di Alun-alun Menes, Pandeglang:

1. Merantau sejak SD

FD adalah warga Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Tetangga terakhir melihat FD pulang kampung saat lebaran tahun ini.

Masiroh (34), tetangga FD mengatakan bahwa FD sudah merantau ke Tanggerang Banten sejak lulus SD. Para tetangga mengetahui bahwa FD bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

“Merantau sejak SD. Informasi dari orangtua bekerja sebagai asisten rumah tangga. Tapi memang jarang pulang. Kalau pulang jarang keluar rumah. Anaknya pendiam dan tertutup,” kata Masiroh.

Di Brebes, FD tinggal bersama orangtuanya yang bekerja sebagai petani, serta kakak dan adiknya.

2. Berusia 20 tahun

FD lahir di Brebes, 3 Mei 1999 yang artinya ia masih berusia 20 tahun. Oleh tetangganya, perempuan yang menyerang Wiranto tersebut belum menikah.

Kepala Desa Sitanggal Untung Andi Purwanto mengatakan FD sempat mengabarkan berencana akan menikah. Namun untung tidak mengetahui calonnya.

“Informasinya memang mau dipinang. Mau menikah,” kata dia.

Namun keterangan berbeda didapatkan dari Mulyadi, Ketua RT tempat FD dan SA tinggal.

Menurut Mulyadi, FD adalah istri SA. Ia menyebut mereka telah menikah pada Agustus 2019 lalu, atau tiga bulan setelah SA tinggal di kontrakan Kampung Sawah, Gang Kenari, Desa / Kcamatan Menes, Pandeglang.

“Dia minta izin menikah di Bogor, pas balik lagi ke sini sudah bawa istri, bercadar, sekitar 19-20 tahunan,” kata Mulyadi.

3. Hobi memanah

Kepala Desa Sitanggal Untung Andi Purwanto mengatakan bahwa FD memiliki hobi memanah dan memiliki banyak buku di rumahnya.

Hal tersebut diperkuat saat penggeledahan di rumah FD. Polisi membawa sejumlah barang seperti busur dan anak panas serta kardus berisi buku-buku.

FD terakhir pulang pada lebaran tahun ini.

Selain membawa sejumlah barang dari rumah FD, polisi juga mengamankan orangtua FD untuk dimintai keterangan.

4. Tusuk Kapolsek Menes

Menurut pengakuan warga Pandeglang, Aduy, yang berada di lokasi kejadian, pelaku perempuan penyerangan Wiranto menusuk Kapolsek Dariyanto yang mencoba menghalau dan menarik pelaku pria.

“Yang tusuk Wiranto laki – laki, ditarik sama Kapolsek pelakunya. Pelaku lainnya yang perempuan langsung tusuk Kapolsek,” kata Aduy kepada Kompas.com di Alun – alun Menes, Kamis.

Mereka berdua kemudian diamankan oleh petugas yang berada di sekeliling Wiranto.

FD adalah warga Brebes kelahiran tahun 1999, sementara SA atau Abu Rara adalah pria kelahiran Medan tahun 1968.

5. Terpapar radikalisme ISIS

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyampaikan, pelaku penusukan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan diduga terpapar radikalisme ISIS.

Menurut Dedi, motif penusukannya, mereka yang terpapar radikalisme ISIS menjadikan pejabat publik dan polisi sebagai sasaran serangan.

“Ya kalau misalnya terpapar radikal ya pelaku pasti menyerang peabat publik, utamanya aparat kepolisian yang dianggap thaghut karena kita lakukan penegakan hukum terhadap kelompok seperti itu,” kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (10/10/2019).

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul,” Fakta Perempuan Asal Brebes Pelaku Penyerangan Wiranto, Berusia 20 Tahun dan Merantau Sejak Lulus SD.

Facebook Comments