Sidang Korupsi NTT Fair, Mantan Gubernur Frans Lebu Raya Jawab Tidak Tahu dan Tidak Pernah

0
701
Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya ketika menjadi saksi dalam lanjutan sidang kasus dugaan Korupsi NTT Fair di Kupang, Jumat (15-11-2019).
Mantan Gubernur NTT Frans Lebu Raya ketika menjadi saksi dalam lanjutan sidang kasus dugaan Korupsi NTT Fair di Kupang, Jumat (15-11-2019).

Mahensa Express.Com –  Kupang, Benang kusut kasus korupsi mega proyek NTT Fair Mahensa yang menyita perhatian publik, mulai terungkap kejanggalannya. Pasalnya, dari keterangan saksi-saksi yang mengungkap keterlibatan mantan gubernur NTT, Frans Lebu Raya, tidak satupun yang terjawab oleh mantan gubenur dua periode ini.

Bantahan Frans Leburaya terkait hasil keterangan terdakwa Yuli Afra (YA) dan ajudannya (Bobi) serta ajudan Frans Leburaya (Aryant) disidang sebelumnya, yang mengatakan pernah menitipkan amplop berisi uang melalui Bobi, yang mana kemudian Bobi serahkan ke Aryanto. Lalu Aryanto lanjut menyerahkan amplop berisi uang tersebut kepada Leburaya.

Menurut Leburaya YA hanya pernah satu kali datang menemuinya dan melaporkan bahwa proyek NTT Fair akan dilelang. Saat itu Frans Leburaya hanya mengatakan kepada YA agar melakukan lelang sesuai aturan/mekanisme.
Soal perkembangan pembangunan NTT Fair Leburaya tidak pernah bertanya langsung ke YA. Tetapi sebagai gubernur pernah bertanya di rapat-rapat evaluasi dinas bersama semua SKPD.

Lanjutnya, YA kemudian datang lagi  dan memberitahukan tentang rencana peletakan batu pertama (ground breaking) proyek NTT Fair.
“Saat itu sebagai gubernur saya hanya katakan siapkan dengan baik.”kata Leburaya.

Dalam kesaksian YA ke lokasi proyek NTT Fair saat peletakan batu pertama tanggal 9 Mei 2019 berada satu mobil dengan Frans yang di temani ajudannya, akan tetapi kesaksian YA di bantah oleh Frans Leburaya.

“Pernahkah saudara saksi meminta YA sebagai kuasa pengguna anggaran NTT Fair fee sebesar 2,5% ?” Tanya Hakim Dju Johnson Mira Mangi.

Frans Leburaya menjawab tidak pernah. Lalu tentang apakah Ia pernah bertanya kepada terdakwa YA siapa dan yang mana Kontraktor Proyek NTT Fair, Frans juga katakan tidak pernah bertanya.

Lagi-lagi Frans membantah tidak pernah memanggil dan memarahi YA terkait Proyek NTT Fair yang belum selesai apalagi memintanya untuk segera offer pengerjaan proyek NTT Fair ke kontraktor lain. Ia hanya berharap percepatan penyelesaian kerja proyek.

Sementara keterangan Aryanto yang mengatakan pernah dua kali menyerahkan amplop berisi uang kepada Leburaya dan meletakannya di atas meja, Frans kembali membantah.

“Selama saya menjadi gubernur saya tidak pernah membuka amplop yang berisi uang.”
Saya menerima banyak amplop dari orang lain tetapi amplop-amplop tersebut umumnya berisi majalah dan kalender serta buletin,ujar Frans.

Mantan gubernur NTT itu juga mengatakan YA tidak pernah mengkonfirmasi dengan dirinya telah menitipkan sesuatu kepadaNya melalui ajudanNya.

YA pada kesempatan lain menerangkan bahwa setelah Bobi menyerahkan amplop berisi uang ke ajudan Leburaya, Bobi mengkonfirmasi bahwa amplop tersebut sudah diserahkan kepada Leburaya melalui ajudan Leburaya yang bernama Aryanto.
YA mengakui tidak pernah berkonfirmasi langsung ke Leburaya soal kepastian amplop berisi uang tersebut sudah diterima Gubernur Leburaya atau belum.

Ketika di tanya hakim, apakah sebagau gubernur Leburaya pernah di perkenalkan tersangka Hadmen Puri,dia menjawab,”tidak pernah dan tidak mengenal.”

Selanjutnya terkait keterangan YA disidang sebelumnya yang mengatakan memberi uang sebesar Rp 100 juga kepada Sekda NTT, Benedictus Polomaing dan yang diakui Ben Polomaing digunakan untuk pembayaran sewa beli ex Mobil Dinas Gubernur, untuk kemudian diberikan kepada Leburaya mengingat masa jabatannya sebagai gubernur hampir selesai, Leburaya mengatakan tidak tahu dan tidak pernah diberitahukan secara langsung oleh Ben Polomaing.

Leburaya mengakui Ben polomaing memberi kwitansi pembayaran itu melalui saudarinya dan di kembalikan kembali ke Ben Polomaing juga lewat saudarinya.
Mobil itu juga tidak pernah ada sampai sekarang yang mulia,akan tetapi saya pernah mengajukan sewa beli ex mobil dinas yang dimaksud,ujar Leburaya.

Sidang di tutup dan akan di lanjutkan kembali pada hari Rabu (20/102019).(MA)

Facebook Comments