Mulyawan Djawa : Pembangunan Tambatan Merusak Keaslian Pantai Ling’al.

0
259
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Alor, Mulyawan Djawa,SH.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Alor, Mulyawan Djawa,SH.

Mahensa Express.Com – Alor, Ada banyak obyek wisata pantai yang bisa dikunjungi di Alor. Salah satu yang begitu cantik dan eksotis dan tak boleh dilewatkan adalah Pantai Ling’al di Kecamatan Alor Barat Daya.

Pantai Ling’al terkenal dengan hamparan pasir putih dan air lautnya yang jernih. Pantai yang biasa membuat traveler betah berlama-lama karena menyajikan panorama yang memanjakan mata ini, kini terancam rusak akibat proyek tambatan perahu dari Dinas Perhubungan Kabupaten Alor.

Pembangunan tambatan perahu di Pantai Ling’al telah memantik reaksi banyak pihak termasuk
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Alor, Mulyawan Djawa,SH. Mulyawan Djawa kepada wartawan di Kantor DPRD Alor, Jumat (15/11/2019) mengatakan pada prinsipnya dia tidak menolak pembangunan tambatan perahu di Pantai Ling’al tetapi dia berharap kalau dapat tambatan tidak dibangun di tengah pasir karena dapat merusak pemandangan pantai.

Dia berharap sebaiknya tambatan tersebut dipindahkan atau digeser ke pinggir tapi tidak di lokasi sekarang karena merusak keindahan Pantai Ling’al.

Dewan akan gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan OPD terkait seperti Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan Kabupaten Alor guna mendapatkan penjelasan mendetail.

Pantai Ling'al di Aor.
Pantai Ling’al di Aor.

“Jujur kami belum berkunjung ke Pantai Ling’al
sehingga perlu ada RDP dengan OPD terkait untuk mendengarkan secara langsung penjelasan dari OPD, tetapi kalau dapat dipindahkan saja, lokasinya tetap di Pantai Ling’al
tetapi jangan tengah lokasi pasir sebab akan merusak pemandangan pantai karena pasir merupakan aset wisata, jangan buat hubungan antara pasir yang satu dengan lainnya terputus.

Dikatakan tambatan juga dapat menghambat gelombang untuk menghentar pasir ke pantai sehingga tidak boleh buat pembatas,”kata Mulyawan Dajawa.

Dia mencontohkan pembangunan tambatan di Pandawa yang bukan pakai cor tetapi susunan batu tanpa cor dengan tujuan dapat menahan pasir ketika terjadi gelombang. Susunan batu dimaksud dapat menahan pasir sehingga pasir akan bertambah banyak.
“jadi apabila saat ini dibangun di tengah-tengah pantai maka itu merupakan sebuah kekeliruan.

“kita akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Dinas Perhubungan agar pekerjaan tambatan perahu Lingal dihentikan sementara proses pembangunannya.

Dia mengatakan pada rapat komisi pihaknya akan tanya kepada Kadis Perhubungan Alor selaku pemilik pekerjaan.

Dia akan mengusulkan agar tambatan Pantai Ling’al sebaiknya dipindahkan. Prinsipnya dia berterima kasih karena ada pembangunan tambatan perahu di Pantai Ling’al
tetapi jangan di tengah pasir karena tidak saja mengurangi keindahan tetapi merusak kaslian pantai,”paparnya.(efakoly)

Facebook Comments