Isu Mahar Rp 500 M dalam Pemilihan Calon Menteri, Ini Respons Istana

0
92
Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: dokumen JPNN.Com
Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Foto: dokumen JPNN.Com

Mahensa Express.Com –
Jakarta, Pihak Istana Kepresidenan Jakarta menyetujui politikus PPP Humphrey Djemat yang menyebut ada mahar politik Rp 500 miliar dalam pemilihan calon menteri Kabinet Indonesia Maju.

Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Wibowo menyetujui proses rekrutmen calon menteri yang dilakukan oleh teliti, dan penuh kehati-hatian oleh Presiden Jokowi.

“Kemudian jika pada hari ini ada masalah seperti itu, yang pertama uang Rp 500 miliar bukan uang kecil. Sangat besar sekali. Bagaimana uang itu ada? Dan jika ada gampang dilacak oleh PPATK,” kata Pramono di Kompeks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (25) / 11).

Politikus PDI Perjuangan yang dikeluarkan, sekarang ini jangankan uang Rp 500 miliar diserahkan Humphrey, duit di atas Rp 100 juta saja dengan sangat mudah dilacak baik oleh PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan), KPK, Kejakasaan, hingga Kepolisian.

“Dan kita semua tahu dalam proses pemilihan menteri, pemilihan langsung presiden yang memilih. Sangat hati-hati. Kemudian perwakilan partai pun tidak semua yang mendukung partai itu disetujui oleh presiden,” jelas Pramono.

Lebih lanjut dalam proses rekrutmen calon menteri ini, lanjut mantan politikus Senayan ini, ada beberapa nama-nama yang cukup baik dan kredibel, dan juga nama besar. Namun tidak disetujui oleh suami Iriana itu. Mungkin mahar politik ini tidak mungkin terjadi.

“Enggak mungkin, dan untuk apa tolong uang Rp 500 miiar hanya persetujuan jadi menteri? Kan ini masuk akal juga masuk akal. Menteri gajinya enggak sampai Rp 100 juta. Bagaimana bisa uang dengan yang dikeluarkan itu dikeluarkan,” tandas Pramono.

Artikel ini telah tayang di JPNN.COM dengan judul,”
Respons Istana soal Isu
Mahar Rp 500 M dalam Pemilihan Calon Menteri.

Facebook Comments