AIR TERJUN MATARU, POTENSI WISATA TERPENDAM DI PEDALAMAN PULAU ALOR

0
24
Elia Maruli., SE.MM.
Elia Maruli., SE.MM.

Oleh: Elia Maruli., SE.MM.

Air terjun Taman Mataru merupakan satu-satunya air terjun tertinggi di Kabupaten Alor dari sekian air terjun yang memang belum dijajaki. Air terjun Taman Mataru terletak di Desa Taman Mataru, Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jarak tempuh dari Ibu Kota Kecamatan (Kaluanan) lokasi wisata air terjun dari Kalunan sekitar 5 km sedangkan jarak dari Kalabahi (ibu kota Kabupaten Alor) sekitar 45 km, terkait jaringan internet ibu kota kecamatan sudah terkoneksi dengan jaringan 3G maupun HSUPA-HSDPA. Untuk bepergian ketempat wisata air terjun Taman Mataru dapat menggunakan transportasi darat dengan membutuhkan dua jam dari kota kalabahi. Mata air yang dapat mensuplai debit air pada air terjun mataru berjumlah 9 sumber mata air. Tempat wisata air terjun Taman mataru setiap akhir pekan atau liburan selalu dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun wisatawan asing untuk sekedar berekreasi atau menghilangkan kepenatan dengan menikmati pemandangan air terjun sekaligus mandi, walaupun demikian jumlah kehadiran pengunjung kebanyakan tidak samapai pada lokasi air terjun karena jalan masuk ke tempat wisata air terjun yang terjal dan tidak dapat di jangkau dengan kenderaan roda dua maupun roda empat dengan jarak sejauh 2 km dari pusat Desa Taman Mataru.

Selain itu, di lokasi seputar tempat wisata, tingkat pengamanan dan kenyamanan belum tertata sehingga cenderung kehadiran pengunjung hanya sebatas orang dewasa, mereka tidak berani membawa serta keluarga karena alasan tersebut.

Terkait dengan konsep pengembangan, tempat wiasata Air terjun Taman Mataru walaupun memiliki potensi yang besar untuk mendatangkan kesejahtraan masyarakat di sekitarnya bahkan pendapatan daerah, tetapi terkesan dibiarkan terlantar karena keterbatasan SDM di sekitar lokasi Air Terjun dalam hal mengelolah baik manajemen administrasi, organisasi, keuangan, penataan dan juga pemeliharaan lingkungan seputaran sumber mata air yang mensuplai mata air ke lokasi air terjun Taman Mataru.

Oleh karena itu perlu diusahakan adanya sumber daya manusia yang kompeten melalui pelatihan, pembimbingan dan pedampingan.
Adapun permasalahn yang hadapi masyarakat yang bermukim di seputaran air terjun taman mataru adalah:
* Minimnya kompetensi masyarakat dalam mempertautkan wisata alam, wisata budaya, wisata kesehatan, wisata kuliner,
Masih rendahnya pemahaman masyarakat akan pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia.
* Rendahnya kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, pendapatan masyarakat,
* Minimnya terapan teknologi informasi tentang pengelolaan pariwisata dalam mengembangkan pariwisata di kawasan wisata air terjun Taman Mataru.

Dari gamabran potensi air tenjun Taman mataru dan berbagai permasalahan yang di gambarakan di atas, maka konsep pemikiran dari sisi akademisi adalah:
* Perlu meningkatkan penerapan teknologi informasi oleh mitra baik itu lembaga pemerintah, maupun lembaga-lembaga dinator termasuk pihak akademisi dalam usaha pengelolaan pariwisata dalam mengembangkan pariwisata di kawasan wisata air terjun Taman Mataru,
* Perlu adanya kompetensi mitra dalam mempertautkan wisata alam, wisata budaya, wisata kesehatan, wisata kuliner,
* Perlu adanya pemahaman mitra akan pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia,
* Perlu meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat dan pendapatan masyarakat di seputaran air terjun taman mataru.

Sedangkan tawaran langka langka operasionalnya yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan di Desa Taman Mataru adalah:
Sosialisasi dan edukasi sadar wisata untuk menumbuh-kembangkan partisipasi aktif masyarakat dalam dinamika pariwisata,
Mengedukasi kelompok sasaran tentang pendidikan Iptek dalam rangka pengkapasitasan (capaciting) masyarakat untuk mendukung pariwisata berbasis lingkungan,

* Mendampingi(scaffolding) masyarakat dalam merekayasa diversifikasi produk wisata,
* Memotivasi masyarakat dalam membentuk lembaga pranata sosial-ekonomi (institutionalization) dalam bidang kepariwisataan yang dapat memayungi legalitas aktivitas sosial-ekonomi-wisata masyarakat dalam kawasan.                                * Mengedukasi masyarakat untuk konservasi lingkungan mata air yang mengsuplay debit air ke lokasi air tejun.(**)

Facebook Comments