ACSJ: Kaji Ulang Pembangunan Berkeadilan Sosial dan Berperikemanusiaan

0
18

Mahensa Express.Com – Kupang, Annual Conference on Social Justice (ACSJ) kembali mengusung tema “Memikirkan Ulang Pembangunan Yang Berkeadilan Sosial dan Berperikemanusiaan.” Tema yang sengaja diangkat dalam konferensi tahunan tersebut untuk menekankan pembangunan yang berkeadilan sosial dan berperikemanusiaan.

Hal ini disampaikan oleh Perwakilan Lembaga IRGSC Kupang, D. Elcid Li dalam Press Release bersama media cetak, online serta TV di Kantor IRGSC Kota Kupang (2/12/2019)

Elcid mengatakan, tema tersebut sengaja diangkat berdasarkan kondisi nasional mengingat pemerintahan kita (Presiden Jokowi di term kedua ini ) kuat berbicara tentang investasi yang juga sudah dilengkapi dengan omnibus law. Untuk itu kita berharap ada langkah-langkah antisipatif oleh kalangan masyarakat sipil atau kalangan warga negara. Alasannya karena omnibus law memang membuat hukum-hukum yang sifatnya sektoral. Kemudian digabung/by pass untuk kepentingan investasi.

Selain berpandangan pada kepentingan investasi, politik kewarganegaraan juga harus kita kedepankan. Karena investasi setingkat ekonomi makro memiliki dampak-dampak tertentu terhadap kewarganegaraan yang terkena dampaknya langsung. Entah itu terkait dengan persoalan akses pangan, air dan sebagainya termasuk didalamnya kasus perdagangan orang.

Artinya bahwa jika omnibus law bisa dibuat untuk para investor, kita juga berharap ada omnibus law yang dibuat untuk kepentingan migrasi, ketenagakerjaan dan buruh terkoneksi. Misalnya ada undang-undang penempatan ketenagakerjaan yang harus terkoneksi dengan undang-undang tindak pidana perdagangan orang. Selama ini UU penempatan ketenagakerjaan dan UU tindak pindana perdagangan orang tidak terkoneksi sehingga yang terjadi adalah tukar-menukar pasal.

Konferensi ini diharapkan dapat melahirkan pemikiran atupun gagasan baik bersifat nasional dan juga menjawab kebutuhan lokal/regional di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Menurut direktur IRGSC itu ada sekitar 80 orang peneliti yang terdiri dari peneliti, akademisi, birokrat dan atifis yang berasal dari berbagai tempat di Indonesia akan hadir dalam konferensi Tahunan Keadilan Sosial atau yang lebih dikenal dengan nama Annual Conference on Social Justice (ACSJ) 2019 di Kota Kupang selama dua hari, yakni tanggal 4 hingga 5 Desember 2019 mendatang.

Konferensi tahunan ini merupakan konferensi ketiga dan menjadi agenda tetap dari ISJN (Indonesian Social Justice Network). ISJN merupakan jaringan para penerima beasiswa Ford Foundation di Indonesia yang pada umumnya berasal dari kalangan aktifis, peneliti dan akademisi yang fokus pada isu keadilan sosial.

ACSJ diadakan setiap tahun karena kami ingin menekankan bahwa kedilan sosial merupakan tema sentral yang perlu dibahas serius, dan pemaknaan ulang atas isu keadilan sosial dan menjadi penting ketika dapat menjawab tantangan terkini.

Elcid, mengatakan prioritas Intervensi sering kali melupakan aspek kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi dasar bernegara, padahal urusan keamanan(security) warga negara tidak serta merta langsung bisa dijawab dengan investasi, ini dua hal yang berbeda,”kata Elcid.

Dia berharap  secar prinsipil hal semacam ini bisa dibahas untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat. “Kita tidak anti investasi, tetapi bagaimana persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial yang menjadi dasar negara kita, tidak serta merta hilang ketika investasi menjadi prioritas pertama pemerintah.” papar Elcid.

Konferensi Tahunan ACSJ 2019 diadakan oleh ISJN bekerjasama dengan Institute of Resource Governance and Social Change (IRGSC) Badan Penelitian Pengembangan Daerah Provinsi NTT, dan Universitas Katolik Widya Mandira Kupang.

Para pembicara dibagi dalam 14 panel yang akan membahas persoalan antara lain, kewarganegaraan dan konflik berbasis identitas, konflik berbasis gender, kebijakan kesehatan publik, kemiskinan dan social exclusion, kesejahteraan daerah perbatasan dan perdagangan orang.

Frits Nggili, salah satu peneliti dari Bappedlitbangda Provinsi NTT mengungkapkan bahwa melalui even ini para peneliti-birokrat di Banglitbanda Provinsi NTT punya kesempatan untuk membahas persoalna yang mereka temui di masyarakat, selain itu kami berkesempatan untuk memahami persoalan yang sama dari perspektif berbeda dari para akademisi, aktivis dan peneliti.

Konferensi tahunan keadilan sosial yang berlangsung tanggal 4 hingga 5 Desember 2019 akan diawali dengan Gala Diner pada 3 Desember di Hotel Neo Aston Kupang.
Peserta yang berminat hadir diharapkan mendaftar lebih dini pada panitia,untuk memudahkan menyeleksi peserta berdasarkan tema dan kapasitas ruang per sesi diskusi. Selain dibuka untuk umum, panitia juga mengundang secara khusus para pemangku kebijakan sesuai tema terkait.(MA)

Facebook Comments