Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge Komit Mundur dari Jabatannya : Hendrik Lokbere yang Dituding KKB Papua dan Terbunuh Ternyata Sopir Sekaligus Ajudannya.

0
60
Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge (Twitter/@jayapuraupdate dan Instagram/@infokomando)
Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge (Twitter/@jayapuraupdate dan Instagram/@infokomando)

Mahensa Express.Com-Papua,  Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Hal tersebut diketahui Gridhot.ID dari kicauan pengguna Twitter @jayapuraupdate, Senin (23/12/2019).

Dalam narasinya, akun @jayapuraupdate menuliskan Wentius Nimiangge menyatakan mundur dari jabatannya di hadapan masyarakat.

“Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge, menyatakan mundur dari jabatannya.. di hadapan masyarakat,” tulisnya.

Dilansir dari Kompas, Wentius Nimiangge mengaku sudah yakin untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan itu diambil setelah sopir yang juga ajudannya, Hendrik Lokbere, tewas tertembak pada 20 Desember 2019.

Wentius mengatakan, Hendrik Lokbere tertembak saat berjalan di Kampung Yosema, Distrik Kenyam, Nduga, Papua.

Padahal, kata Wentius, sebelum Hendrik tertembak keadaan di Kampung Yosema relatif kondusif dan tidak ada kontak senjata.

“Tidak ada kontak senjata, itu di tengah jalan dia dapat tembak,” kata Wentius yang mengaku sedang berada di Distrik Kenyam, saat dihubungi, Jumat (27/12/2019).

Tewasnya Hendrik membuat Wentius terpukul dan memutuskan mengundurkan diri.

Timur Matahari
@jayapuraupdate
Wakil Bupati Nduga Wentius Nimiangge, menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya.. di hadapan masyarakat

Ia kemudian membuat pernyataan pengunduran diri di Bandara Kenyam pada 24 Desember 2019.

Kala itu, Wentius melepaskan seragam wakil bupati di samping jenazah Hendrik.

“Saya kecewa terus, lebih baik saya (jadi) masyarakat biasa daripada saya pusing terus,” sebut Wentius.

Tindakannya mengundurkan diri, diharap Wentius bisa membuat pihak-pihak yang bertikai di Nduga sadar sudah banyak rakyat menjadi korban konflik bersenjata ini.

“(Pemerintah) harus perhatikan dulu masalah ini karena rakyat terus jadi korban. OPM juga tidak mau kalah, anggota terus bertambah, rakyat yang korban,” katanya.

Wentius juga meminta Presiden Joko Widodo berkunjung ke Nduga untuk menuntaskan konflik.

“Pokoknya Jokowi harus turun tanggungjawab,” kata dia.

Sementara, KKB Papua melalui Facebook Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat (TPNPB), Selasa (24/12/2019) menuding TNI menembak mati Hendrik.

(Facebook TPNPB)
Dilain sisi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku belum menerima surat pengunduran diri Wakil Bupati Nduga hingga Jumat (27/12/2019).

“Sampai saat ini suratnya belum ada,” kata Tito di Istana Bogor, Jumat (27/12/2019) dikutip dari Tribun Papua.

Tito mengaku sudah menghubungi Kapolda Papua dan Kabinda Papua untuk menghubungi Wentius.

Tito meminta bantuan aparat di daerah untuk memastikan soal pengunduran diri tersebut.

“Mengundurkan diri beneran apa tidak. Kalau mengundurkan diri ya keluarkan surat, nanti kita proses,” kata dia.

Soal pendekatan keamanan di wilayah Nduga, Tito menegaskan bahwa polisi dibantu TNI memang sudah terjun ke wilayah itu sejak lama.

Tepatnya, sejak terjadi penembakan terhadap pekerja Istaka Karya oleh kelompok bersenjata pada Desember 2018.

Mantan Kapolri ini beralasan aparat tak kunjung ditarik karena ada pelaku yang belum tertangkap.

“Siapa yang bisa menjamin kalau enggak terulang lagi pembantaian itu terjadi,” kata Tito.

“Maka karena enggak ada yang bisa jamin maka penegakan hukum. Penegakan hukum Polri dan TNI.”

Tito Karnavian di Istana Bogor, Jakarta, Jumat (27/12/2019). Tito Karnavian di Istana Bogor, Jakarta, Jumat (27/12/2019). (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)
Tito Karnavian di Istana Bogor, Jakarta, Jumat (27/12/2019).
Tito Karnavian di Istana Bogor, Jakarta, Jumat (27/12/2019). (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)

Terkait keluhan Wentius bahwa banyak warga sipil yang tewas tertembak oleh aparat, Tito memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku di internal Polri.

“Saya sudah sampaikan pada Pak Kapolri kalau memang ada anggota yang melakukan pelanggaran ada proses hukumnya, biasa lah. Diproses kemudian diinvestigasi,” kata Tito.

“Kalau terbukti pasti ada sanksi, kalau nggak terbukti ya mungkin dianggap ada kontak tembak. Ini tegantung hasil investigasi,” pungkas Tito.

Artikel ini telah tayang di Kompas.Com dengan judul,” Bulat Tekad Wentius Nimiangge untuk Mundur dari Jabatannya.

Facebook Comments